Operator CEO

  • Employee Thumb

    Ahmad Abulaziz Al Neama

    Chief Executive Officer
  • Employee Thumb

    Mansoor Al-Khater

    CEO - Ooredoo Tunisia

    Mansoor Al-Khater adalah Chief Strategy Officer untuk Grup Ooredoo dan telah bekerja untuk Ooredoo sejak tahun 2009.

    Sebagai Group Chief Strategy Officer, Mansoor bertanggung jawab untuk mendorong pengembangan dan kemudahan Strategi Grup, menyusun Arahan Strategis untuk Grup dan OpCo Grup, mendorong Komunikasi Strategi, serta mengidentifikasi dan melacak KPI Kinerja Utama guna menjamin Pelaksanaan Strategi secara optimal.

    Sebelum memegang jabatan ini, Mansoor memegang posisi Chief Strategy Officer di Ooredoo Qatar, di mana dia berkontribusi terhadap Rencana Bisnis Strategis divisi setiap tahun, memfasilitasi tinjauan kinerja perusahaan per kuartal dan per tahun, serta berinteraksi dengan pemangku kepentingan utama guna meningkatkan kinerja operasional.

    Mansoor berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang rekayasa dan bisnis, termasuk sebelas tahun berkarier di Qatar Petroleum.

    Selain itu, Mansoor adalah mantan Anggota Dewan jaringan Arabsat dan Al Jazeera, sekarang menjadi anggota Dewan Ooredoo Tunisia, perwakilan Ooredoo untuk strategi ict QATAR, anggota Board of Trustees untuk sekolah Qatar Acadeny di Al-Wakra, dan anggota ‘Somood’ guna mewakili Ooredoo di National Resilience Committee.

    Selain mengikuti sejumlah program pelatihan profesional dan industri di Qatar dan luar negeri, Mansoor menyandang gelar Sarjana dalam Teknik Mesin dari Qatar University dan M.B.A dari Hull University. Saat ini Mansoor juga tengah mengejar gelar Master dalam Manajemen Keadaan Darurat & Bencana di Georgetown University.

  • Employee Thumb

    Waleed Mohamed Al-Sayed

    CEO - Ooredoo Qatar

    Waleed Al Sayed diangkat sebagai Wakil CEO Grup Ooredoo dan CEO Ooredoo Qatar pada November 2015.

    Melalui berbagai tanggung jawab manajerial dan dewan di perusahaan-perusahaan Grup Ooredoo, Waleed telah mengembangkan pengalaman yang kaya di sektor informasi dan teknologi, baik di Qatar maupun di kawasan yang lebih luas. Sebelumnya beliau pernah menjabat Chief Operating Officer di Ooredoo Qatar dan saat ini menjadi Komisaris Utama Ooredoo Tunisia; Komisaris Utama di anak perusahaan Ooredoo STARLINK – Qatar; dan anggota Komisaris MEEZA (usaha patungan di bidang teknologi antara Ooredoo dan Qatar Foundation). Waleed menjabat Wakil Komisaris Utama Ooredoo Aljazair. Beliau juga menjadi Ketua Tim Bola Tangan (Handball) Qatar dan anggota tim Sepakbola Ooredoo. Beliau meraih gelar Master Eksekutif di bidang Administrasi Bisnis dari HEC Paris dengan kehormatan penuh.

    Waleed bergabung dengan Grup Ooredoo tahun 1987 dan beliau pernah menempati posisi manajerial di bidang Penjualan, Pemasaran, Pengembangan Bisnis, Strategi, Manajemen Proyek, Komunikasi, dan Layanan Pelanggan. Beliau pernah diangkat sebagai Direktur Eksekutif untuk bidang Komunikasi Grup tahun 2003. Saat memegang posisi strategis ini, Waleed memainkan peran penting untuk menerapkan rencana bisnis di perusahaan dengan strategi jelas, yang secara signifikan meningkatkan citra perusahaan serta memperkokoh posisi perusahaan dalam relasi komunitas internasional. Beliau juga mengembangkan dan melaksanakan sejumlah inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang telah berhasil menempatkan Ooredoo di antara para pelaku CSR terkemuka di negerinya. Dalam kurun waktu ini, beliau berperan penting dalam keberhasilan sejumlah kampanye yang membuat Ooredoo (sebelumnya Qtel) meraih berbagai penghargaan bergengsi skala internasional di industri ini.

    Waleed diangkat sebagai Direktur Eksekutif – Layanan Pelanggan tahun 2006 untuk memperbaiki dan lebih meningkatkan layanan pelanggan. Dalam kurun waktu penting menyusul liberalisasi pasar telekom Qatar dan pengenalan terhadap kompetisi, beliau memimpin transformasi Pusat Layanan Pelanggan di perusahaan menjadi lebih berorientasi pada pelanggan dan penjualan ritel, dengan tujuan lebih dekat ke pelanggan. Desain toko ritel baru berhasil memenangkan penghargaan tingkat dunia sebagai “Desain Toko Ritel Terbaik” tahun 2009. Prestasi di awal jabatan beliau ini diikuti dengan pujian dan keberhasilan lain tahun 2010, ketika Ooredoo memenangkan penghargaan terbanyak di ajang “Contact Centre World Awards” yang digelar di Inggris, di mana presentasi Waleed meraih Penghargaan Emas untuk Layanan Pelanggan Terbaik di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).

    Tahun 2011, Waleed diangkat sebagai Chief Operating Officer Ooredoo Qatar. Di masa kompetisi yang memuncak ini, beliau berhasil memimpin bisnis untuk terus bertumbuh, meningkatkan titik berat pada para pelanggan, dan budaya bisnis yang lebih dinamis.

     

  • Employee Thumb

    Amer Al Sunna

    Asiacell - CEO

    Amer Al Sunna, CEO Asiacell Irak, sebelumnya menjabat posisi Managing Director di organisasi yang sama sejak Februari 2013. Beliau membawa 20 tahun pengalaman sebagai eksekutif senior di berbagai organisasi terkemuka di seluruh dunia. Amer awalnya bergabung dalam keluarga Ooredoo sebagai CEO wi-tribe di Yordania pada Agustus 2010, lalu menjabat Chief Operating Advisor (COA) untuk wi-tribe Filipina pada Agustus 2011. Sebelum bertugas di wi-tribe, Amer menjabat CEO di tiga perusahaan telekomunikasi dan layanan internet yang dimiliki VTEL Holdings, di Persemakmuran Negara Independen, bekerja di Ukraina, Armenia, dan Georgia. Beliau juga pernah menjadi Chief Operations Officer (COO) Grup Orange Jordan. Amer tetap berdedikasi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di industri telekomunikasi. Beliau memainkan peran penting dalam perkembangan sektor telekom di negara asalnya Yordania. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Jordan University.

    http://www.asiacell.com

  • Employee Thumb

    Durgham Maraee

    CEO - Wataniya Palestina

    Dr. Durgham Maraee, sebelumnya menjabat Chief Investment Officer (CIO) di Palestine Investment Fund (PIF). Beliau diangkat sebagai CEO Wataniya Palestina, setelah menerima pengunduran diri CEO sebelumnya Fayez Husseini.

    Sebagai CIO di PIF, Dr. Maraee memainkan peran senior di lembaga investasi terbesar di Palestina yang mengelola aset bernilai lebih dari US$800 juta. Sebelumnya beliau pernah bekerja sebagai konsultan di Boston Consulting Group. Dr. Maraee meraih gelar Doktor di bidang Hukum Internasional dari Harvard University.

    ooredoo.ps

  • Employee Thumb

    Rene Meza

    CEO Ooredoo Myanmar

    Rene Meza was appointed as the Chief Executive Officer of Ooredoo Myanmar in 2015 and brought with him over seventeen years of international experience in the telecommunications industry.

    Specialising in emerging markets, Rene has worked across Africa, Asia and Latin-America, and prior to joining Ooredoo Myanmar, Rene was the Managing Director at Vodacom Tanzania, the Managing Director of Airtel Kenya, and Chief Operating Officer of Millicom Pakistan. As Millicom Pakistan CEO he was responsible for the overall performance of the mobile company until late 2006.

    Having worked internationally for many years, Rene has acquired diverse experience in the telecommunications industry with strong focus on building sustainable operations coupled with the best international practices.

    www.ooredoo.com.mm

  • Employee Thumb

    Sheikh Mohammed Bin Abdullah Bin Mohammed Al Thani

    CEO - Ooredoo Kuwait

    H.E. Sheikh Abdulla bin Mohammed bin Saud Al Thani is Minister of State and Chairman of the Board of Directors of Ooredoo, a position he has held since 2005. During this time, he was instrumental in the restructuring and regional expansion of Ooredoo, steering the company’s growth from a single-nation telecom operator to a group operating  in 10 countries spanning North Africa, the Middle East and Southeast Asia.

    In parallel with his role at Ooredoo, Sheikh Abdulla was Chief Executive Officer of Qatar Investment Authority and a Member of the Supreme Council for Economic Affairs and Investment from 2014 to 2018. Taking the helm of one of the world’s largest sovereign wealth funds, he played a major role in steering the fund towards diversifying its portfolio and increasing its exposure to Asia and North America. Sheikh Abdulla was also Vice Chairman of the Board of QNB, Chairman of the Board of Harrods, and a Board member of the Sovereign Wealth Fund Institute.

    His Excellency has previously served on the ITU Broadband Commission for Digital Development, the World Bank Group Advisory Council for Gender and Development, and the Advisory Board of the World Economic Forum’s Gender Parity Programme.

    Prior to joining Ooredoo, H.E. Sheikh Abdulla was Chief of the Royal Court (Amiri Diwan), and member of the Planning Council, from 2000 to 2005. He was also the Founding Chairman of the Board of Trustees for the North Atlantic College in Qatar from 2001 to 2006, and Military Attaché to the United Kingdom from 1999 to 2000.

    H.E. Sheikh Abdulla is a pilot graduate from the British Army Air Corps, as well as a certified pilot instructor by way of the British Royal Air Force. His Excellency also holds a master's degree in military science and has completed a number of programmes at various military institutions, among them the Army War College in the USA.

  • Employee Thumb

    Vikram Sinha

    CEO - Ooredoo Maldives

    Vikram bergabung dengan Ooredoo Maldives pada 2014, dengan pengalaman lebih dari 16 tahun di bidang telekom, perencanaan dan pelaksanaan strategi, pembangunan merek, serta pengembangan penjualan. Vikram adalah profesional telekom berpengalaman dengan manajemen perubahan efektif yang telah berhasil mengembangkan bisnis sepanjang karier beliau.

    Vikram telah terbukti sebagai pemimpin bisnis dan spesialis, dengan rekam jejak mendorong pertumbuhan tinggi, meningkatkan profitabilitas dan membangun tim di berbagai industri dan geografis.

    Sebelum bergabung dengan Ooredoo Maldives, Vikram menjabat Managing Director Airtel Seychelles.

    http://www.ooredoo.mv

  • Employee Thumb

    Ian Charles Dench

    CEO - Ooredoo Oman

    Ian Charles Dench menjadi Chief Executive Officer of Ooredoo Oman pada 24 Januari 2017.

    Ian bergabung dengan operasi Ooredoo Qatar pada tahun 2006 sebagai Executive Director, Corporate & VIP Accounts. Pada tahun 2008, dia diangkat sebagai Executive Director, Consumer Services. Pada tahun 2012, dia ditunjuk sebagai Chief Marketing Officer. Dia merupakan anggota utama tim kepemimpinan Ooredoo Qatar dan berkontribusi penting dalam membangun pangsa pasar Ooredoo di Qatar dengan mengembangkan serta mempertahankan produk dan portofolio layanan yang kuat. Dia diangkat sebagai Chief Commercial Officer untuk Ooredoo Group pada Januari 2016.

    Ian ditunjuk sebagai Anggota Dewan Indosat Ooredoo pada Maret 2016. Dia merupakan Anggota Dewan ICT Company NavLink serta anggota dewan penasihat untuk Asia Pacific Internet Group. Pengalaman manajemennya mencakup layanan Seluler, Fixed, Multimedia, dan Digital di pasar negara yang sedang berkembang dan negara maju.

    Ian berpengalaman lebih dari 25 tahun dalam perusahaan telekomunikasi terkemuka di seluruh Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Sebelum bergabung dengan Ooredoo, dia adalah Head of Sales & Marketing Operations untuk Batelco. Dia memegang posisi Senior Management di British Telecom dan O₂, mulai di Inggris dan kemudian berpindah ke Singapura untuk mencakup Wilayah Asia Pasifik.

    Dia merupakan Fellow dari Chartered Institute of Marketing (FCIM) dan Chartered Marketer dengan MBA dari CASS Business School di London.

  • Employee Thumb

    Najib Khan

    CEO - Ooredoo Maldives

    Najib Khan ditunjuk sebagai CEO Ooredoo Maladewa pada tanggal 4 April 2017. Sebelumnya dia menjabat sebagai kepala Business Services di Ooredoo Group, yang berkantor pusat di Doha, di sana dia bertanggung jawab untuk mengembangkan penawaran B2B Ooredoo pada skala regional dan global.

    Najib Khan merupakan tenaga profesional telekomunikasi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, dia telah memegang peran senior di Bharti Airtel, termasuk CEO bisnis Homes & Offices dan Chief Marketing Officer untuk Business-to-Business.

    Dia adalah Insinyur dengan gelar Pasca Sarjana dalam Manajemen Bisnis dari NMIMS India serta Insinyur Elektronik Industri dari Mumbai University, India.

Cetak
Atas